Header Ads

test

Dokter Spesialis Periodonsia di Bekasi: Cara Merawat Gusi dengan Benar Agar Tidak Sakit

Periodonsia Dokter
 
Periodontitis merupakan salah satu infeksi yang terjadi pada gusi sehingga dapat merusak tulang dari penyangga gigi dan jaringan lunak. Saat periodontitis terjadi maka itu tandanya terdapat plak gigi yang dapat merusak jaringan pada gigi serta menimbulkan abses gigi maupun kerusakan tulang. Dokter spesialis periodonsia di Bekasi merupakan salah satu dokter yang bertanggungjawab untuk memberikan perawatan terhadap jaringan penyangga gigi. Penyangga gigi termasuk jaringan lunas dan jaringan tidak lunak sehingga akan menjaga kestabilan gigi yang terdapat diatas rahang. Perawatan yang diberikan oleh dokter tentunya dengan perawatan radang pada gusi, impan gigi, karang gigi yang dibersihkan dan bedah.
 
Periodontium merupakan jaringan yang mendukung dan mengelilingi gigi, termasuk gingiva, tulang alveolar, ligamen periondontal dan sementum. Periodonsia merupakan suatu ilmu untuk mempelajari ilmu periodonsium dalam keadaan normal maupun menyimpang, dan tindakan pencegahan, perawatan serta pemeliharaan untuk menjaga dan mengembalikan fungsi sistem stomatognatik yang optimal. Pendidikan keahlian periodonsia awalnya di Amerika Serikat hingga akhirnya diakui pada tahun 1947.
 
Berikut adalah jenis periodontitis diantaranya:
 
•    Gusi kronis merupakan penyakit yang terjadi ketiak dewasa dan tak menutup terjadi pada anak-anak maupun remaja terutama jika tidak merawat gigi dan mulut dengan baik, biasanya plak yang menumpuk pada permukaan gigi dan garis gusi akan mengeras kemudian membentuk karang gigi yang merusak tulang penyokong gigi dan jaringan gusi, hal ini membuat gigi tanggal atau dapat lepas dari gusi.
•    Gusi nekrotik merupakan penyakit yang memberikan gejala pada jaringan gusi, tulang penyokong gigi dan ligamen gigi karena tidak adanya pasokan darah yang masuk, hal ini akan menyebabkan infeksi dan menyerang sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti kekurangan gizi, kemoterapi dan menderita HIV/AIDS.
•    Gusi agresif merupakan penyakit yang cukup jarang terjadi dan biasanya dialami oleh anak-anak maupun remahan, terjadi karena rusaknya tulang penyokong gigi dengan cepat dan belum diketahui kondisinya, tetapi biasanya karena faktor genetik.
 
Diagnosis periondontitis dilakukan dari pemeriksaan gigi termasuk terjadinya pendarahan karena plak dan kedalaman celah dari gusi dengan gigi perlu diukur dengan. Untuk mengetahui tingkat kerusakan tulang karena periodontitis sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan melalui foto rontgen panoramik. Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri saat mengunyah, keluarnya nanah pada batas gigi dan gusi, jarak dengan gigi dan gigi lainnya renggang, penumpukan plak hingga karang gigi, gusi terasa lunak saat disentuh, gusi berdarah, gusi menjadi bengkak, gigi tanggal dan penyusutan gigi.
 
Berikut adalah cara merawat gusi dan mulut:
 
•    Menggosok gigi dengan rutin setidaknya sebanyak 2 kali dalam sehari, hal ini akan membersihkan berbagai kotoran, hindari membersihkan terlalu kuat terutama pada area sensitif.
•    Gunakan dental floss untuk membersihkan bagian sela-sela gigi dan membantu kotoran yang tidak terangkat saat menyikat gigi terangkat.
•    Gunakan fluoride untuk melindungi bagian permukaan gigi sehingga gigi tidak mudah keropos dan tidak terserang bakteri yang masuk.
 
Dokter spesialis periodonsia di Bekasi akan memberikan pengobatan dengan beberapa obat pereda nyeri dan antibitoik. Dapat juga menyarankan operasi untuk dapat memperbaiki struktur tulang dari penyangga gigi rusak. Resiko terjadinya penyakit ini adalah mulut dan gigi kotor, terjadinya radang gusi kronik, anggota keluarga yang memiliki riwayat sebelumnya, seiring bertambahnya usia akan semakin rentan, lebih sering merokok, kekurangan asupan vitamin C, perubahan hormon, pemasangan gigi palsu yang tidak pas dan penggunaan obat-obat yang berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulur.

Tidak ada komentar