Header Ads

test

Antiperspirant, Bahan untuk Menghilangkan Bakteri di Ketiak

bahan untuk menghilangkan bakteri di ketiak

Ketiak merupakan daerah yang lembap sehingga menjadi salah satu bagian tubuh yang paling banyak dihuni bakteri. Salah satu cara bahan untuk menghilangkan bakteri di ketiak yang cukup efektif adalah antiperspiran. Apa itu antiperspirant? Bagaimana cara kerjanya? Berikut penjelasannya untuk Anda.

Mengapa Bakteri Tumbuh Subur di Ketiak?
Ketiak manusia dan primata pada umumnya merupakan bagian tubuh yang paling disukai bakteri. Pasalnya pada ketiak, bakteri akan terlindung dari unsur-unsur lain yang dapat mengganggu pertumbuhannya. Selain itu pada ketiak juga terdapat kelenjar apokrin yang merupakan kelenjar keringat utama pada tubuh.

Sekresi keringat merupakan cara tubuh untuk menjaga Anda tetap dingin meskipun kondisi di luar panas. Namun disisi lain, sekresi keringat yang diproduksi oleh kelenjar apokrin mengandung campuran protein, lemak dan kandungan lain pada keringat, yang mana merupakan kondisi yang sangat ideal bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

Ketiak orang normal umumnya terdapat sekitar 62 persen corynebacterium. Bakteri ini merupakan bakteri yang paling bertanggung jawab terhadap bau badan seseorang. Mereka akan memakan dan memetabolisme keringat. Hasil metabolisme tersebut akan menghasilkan gas yang oleh hidung manusia cenderung ditafsirkan sebagai bau.

Apa itu Antiperspirant?
Antiperspirant merupakan zat yang mengandung senyawa aktif berupa garam aluminium yang memiliki fungsi mengurangi keringat. Antiperspiran bekerja dengan mempengaruhi elektrolit yang ada dalam keringat untuk membentuk steker gel pada saluran kelenjar keringat. Proses tersebut membuat kelenjar keringat memproduksi keringat lebih sedikit.
Produksi keringat yang lebih sedikit membuat bakteri kehilangan sumber nutrisi, sehingga lebih sulit tumbuh dan berkembang. Hal ini diperkuat oleh studi yang terbitkan jurnal Peer, yang menyatakan bahwa koloni mikroba yang hidup di ketiak seseorang yang berhenti menggunakan antiperspiran meningkat drastis. 

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa antiperspiran merupakan bahan untuk menghilangkan bakteri di ketiak yang cukup ampuh karena kemampuannya menghalangi kelenjar keringat, yang artinya bakteri akan kehilangan sumber nutrisi dan akan sulit tumbuh. Hal ini dibuktikan dengan temuan penurunan jumlah bakteri Corynebacterium yang hanya sebesar 14 persen. 

Apa Bedanya Deodoran dan Antiperspirant?
Deodorant dan antiperspirant memiliki cara kerja yang berbeda. Deodoran bekerja dengan cara membunuh bakteri menggunakan bahan antimikroba seperti triclosan atau EDTA (ethylene diamine tetra acetic acid). Kedua bahan tersebut umum ditemui juga pada pasta gigi, kosmetik dan sabun antibakteri.

Sedangkan antiperspiran bekerja dengan cara menghambat keringat yang merupakan nutrisi bagi bakteri, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa deodoran tidak bisa menjadi antiperspiran, sedangkan antiperspirant dapat berfungsi sebagai deodoran karena memiliki efek antimikroba.

Apakah Antiperspirant Aman?
Beberapa artikel di surat kabar dan internet mengatakan bahwa deodorant dan antiperspirant dapat memicu terjadinya kanker payudara. Namun hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa bahan-bahan yang terkandung dalam deodorant maupun antiperspirant dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Pakar kanker, organisasi terkait dan otoritas kesehatan dunia pun menyatakan bahwa tidak ada bukti yang cukup kredibel untuk mendukung pernyataan tersebut. Apakah antiperspirant mengganggu sekresi keringat secara permanen? Tentu tidak. Steker gel yang dibentuk untuk menghambat sekresi keringat akan terhapus secara alami melalui pengelupasan kulit.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa antiperspiran merupakan bahan untuk menghilangkan bakteri di ketiak yang efektif dan aman. Gabungan antara deodoran dan antiperspiran, seperti pada semua produk Rexona dapat memberikan hasil yang lebih maksimal dalam menghilangkan bau badan serta mengatasi masalah keringat berlebih.

Tidak ada komentar